Jumat, 14 Juli 2017

Profil Superstar Juventus : Mauro Camoranesi

Profil Superstar Juventus : Mauro Camoranesi Mauro German Camoranesi Serra lahir pada tanggal 4 Oktober 1976 di Tandil, provinsi Buenos Aires, Argentina. Pemain yang bernaturalisasi menjadi warga negara Italia ini bermain di posisi gelandang kanan dan bisa juga di tengah. Dia terkenal dengan kemampuannya dalam crossing dan dribbling. 

Camoranesi mulai bermain untuk tim muda Club Atletico Aldosivi. Kemudian karir profesionalnya dimulai di Meksiko bersama klub Santos Laguna. Kemudian dia pindah ke klub Uruguay dalam waktu yang singkat sebelum kembali ke Argentina dan bermain untuk Banfield. Musim berikutnya Camoranesi pindah ke Meksiko lagi bersama klub Cruz Azul, di mana dia bermain dari tahun 1998 sampai 2000. Penampilannya yang menawan menarik perhatian Verona yang membelinya pada tahun 2000. 


Pada tahun 2002, separuh hak kepemilikan Camoranesi dibeli oleh Juventus seharga 4,8 juta Euro. Akhirnya pada tanggal 26 June 2003, dia menandatangani kontrak permanen bersama Juventus dengan biaya transfer tambahan 4,5 juta Euro. 

Camoranesi memang memegang kewarganegaraan Italia dan Argentina. Dua kewarganegaraan itu membuatnya bisa bermain untuk Argentina atau Italia. Tetapi Azzurri menunjukkan ketertarikannya dulu, dan akhirnya pada tanggal 12 Februari 2003, dia memulai debut internasionalnya melawan Portugal, di mana Italia menang 1-0 di bawah kepelatihan Giovanni Trapattoni.

Pemain bertinggi badan 173 cm yang terbilang postur tubuh pendek untuk pemain yang bermain di Eropa, khususnya Italy yang terkenal dengan pertahanan yang ciamik. Tapi buat Camoranesi bukan masalah besar, justru para bek lah yang mempunyai masalah besar jika berhadapan dengan pemain satu ini. Bermain menyisiri sisi kanan Juventus dengan ciamik menunjukan skill-skill khas amerika latin yang saat itu mungkin sang maestro tari samba Ronaldinho lah yang menjadi saingan Camoranesi. 

Mengawali karir sepakbola profesional pada tahun 1995 dengan klub Aldovisi yang berbasis di Mar del Plata, Argentina. Pada tahun 1998 berkostum Banfield,Camoranesi menunjukan potensinya dengan menorehkan 16 gol dari 31 penampilan. Selama 1 Musim di Banfield kemudian Camoranesi memutuskan pindah ke Klub Mexico yaitu Cruz Azul, menorehkan 21 gol dari 71 penampilan sebagai bukti bahwa Camoranesi akan terbang tinggi dan itu terbukti pada tahun 2000  Camoranesi direkrut oleh klub Italy yaitu Verona. Melihat potensi yang dimiliki, Juventus melihat sinar pada Camoranesi bahwa talenta amerika latin ini adalah siap untuk membangun sebuah kerajaan besar di Turin. Pada tahun 2002 Camoranesi dipinang Juventus awal karir di klub besar bermain dengan pemain bintang yang notabennya adalah raja-raja sepakbola.

Bersama Juventus Camoranesi memancarkan sinarnya lebih terang seperti kilauan emas yang memikat wanita-wanita. Camoranesi menunjukan skill yang membuat bek-bek sekelas Maldini ataupun Nesta melihat bahwa pesepakbola ini bagaikan peselancar yang menaklukan sapuan ombak. Dengan pergerakan yang sangat elegan bermain dengan pemain sekelas raja sepakbola membuat Juventus meraih banyak gelar. Sekalipun pada tahun 2006 Juventus terdampar ketempat tidak semestinya yaitu Seri B tapi siapa sangka bahwa pemain berkelas ini memilih bertahah bersama pemain yang menyatakan setia kepada si nyonya tua seperti sang il capitano Del Piero. Bersama berjuang pergi ketempat seharusnya berada hanya butuh waktu singkat Juventus kembali ke Seri A.

Tak hayal dengan Juventus yang terpikat oleh sinar emasnya, Timnas Italy pun terpikat oleh sinar emasnya pada tahun 2006 Camoranesi ikut berperang dalam Piala Dunia di Jerman. Siapa sangkat bahwa kandidat juara yang disematkan kepada Jerman dan Prancis justru berlabuh di Italy. Yaa..Italy juara piala dunia 2006 memalui proses panjang adu pinalty degan Prancis. Semua mata memandang bahwa squad Italy adalah squad yang ciamik dengan bumbu racikat Marcello Lippi.

Raihan yang bisa dibilang ciamik membuat Camoranesi mendapatkan gelar individu pada tahun 2007/2008 yaitu Guerin d'Oro sebuah hadiah tahunan yang diadakan oleh majalah mingguan sepabola Italy,Guerin Sportivo. Tapi siapa sangka perkembangan sepakbola semakin pesat dan membuat camoranesi tersingkir dari tim utama Juventus. Pada tahun 2010 Camoranesi memutuskan hijrah ke Vfb Stuttgart hanya 1 musim di Jerman kemudian Camoranesi mudik ke kampung halamannya yaitu Argentina untuk memperkuat Club Atletico Lanus. Sebelum memutuskan untuk pensiun Camoranesi bermain di Racing Club de Avellaneda dan mendapatkan prestasi terakhirnya yaitu Runner up Copa Argentina pada tahun 2011/2012. Camoranesi memutuskan gantung sepatu pada tahun 2014 dengan total gol 77 dan 522 penampilan untuk klub sedangkan karir Timnas Italy menorehkan 4 gol dengan 55 penampilan.

Sekarang Camoranesi menitih karir sebagai pelatih sepakbola pada tahun 2015 Camoranesi melatih tim Coras de Tepic. Pada Tahun 2016 Camoranesi melatih Tigre.

Sumber : Bola.net
Sumber : Faridmuhammad875.blogspot.co.id


0 komentar

Posting Komentar