Senin, 15 Mei 2017

Profil Sang Maestro Italia : Roberto Baggio

Profil Sang Maestro Italia : Roberto Baggio Nama ini sangat populer di Italia dan dunia di era awal 1990-an. Pria Italia ini menjadi salah satu pesepak bola termahal dan terbaik yang bermain di panggung Serie A.

Pindah dari Fiorentina ke Juventus pada musim panas 1990 dengan biaya mencapai 8 juta pound menjadikan Baggio sebagai pesepak bola termahal di dunia saat itu.

Baggio mengalahkan rekor pembelian Milan ketika memboyong Ruud Gullit dari PSV Eindhoven pada 1987 sebesar 6 juta pound.

Kisah kepindahan Baggio ke Juventus tak hanya tentang harganya yang mahal. Sebanyak 50 pendukung Fiorentina terluka ketika terjadi kerusuhan di Kota Florence, markas Fiorentina, yang memprotes penjualan Baggio.


Berperan asli sebagai gelandang serang, Roberto Baggio juga bisa dipercaya mengisi slot penyerang bila timnya membutuhkan. Saat bermain, pria kelahiran 18 Februari 1967 ini disebut berteknik tinggi, kreatif, dan jago mengeksekusi bola-bola mati.

Talenta Baggio tersebut semakin bersinar bersama Juventus. Bersama pelatih Giovanni Trapattoni serta pemain seperti Gianluca Vialli, Andreas Moeller, hingga Angelo Peruzzi, Roberto Baggio terus memukau penggemar sepak bola.

Akan tetapi, butuh dua musim bagi Roberto Baggio untuk diterima oleh fans Juventus.

Penyebabnya? Pada musim pertama sejak pindah dari Fiorentina, ia menolak mengeksekusi penalti yang didapat Juventus saat bertemu mantan timnya itu. Bahkan, ketika ditarik keluar oleh pelatih, ia meninggalkan lapangan sambil mengambil syal Fiorentina yang dilemparkan ke lapangan.

Bagaimana dengan prestasi? Bila di Fiorentina Roberto Baggio tanpa gelar juara, ia meraihnya bersama Juventus.

Prestasi Baggio di Juventus ialah meraih satu gelar Piala UEFA (1992-93), Serie A 1994-95, dan Coppa Italia (1994-95). Satu tambahan prestasi didapat Baggio bersama AC Milan, yakni gelar Serie A (1995-96).

Predikat sebagai Pesepak Bola Terbaik FIFA dan Ballon d'Or pada 1993 memperlihatkan pengakuan terhadap keahlian dan kontribusi Baggio pada tim.

Pencapaian lain, Roberto Baggio menjadi pesepak bola Italia pertama dalam 50 tahun yang mengoleksi 300 gol dalam karier profesional.

Ketika mencetak gol penalti ke gawang Cile di Piala Dunia 1998, Roberto Baggio menjadi pesepak bola pertama Italia yang mencetak gol di tiga Piala Dunia (1990, 1994, 1998).

"Para malaikat bernyanyi di kedua kaki Baggio." Begitu Aldo Agroppi, mantan pelatih Fiorentina, pernah berkata tentang kualitas Roberto Baggio.

Mantan rekannya di Juventus asal Inggris, David Platt, berkata: "Sebagai pesepak bola, dia jenius."

Simak juga pujian Brian Laudrup, pesepak bola legendaris asal Denmark, "Tanpa ada keraguan, Baggio adalah pesepak bola dengan nomor punggung 10 yang paling berbakat di era sepak bola modern."

Di ajang klub, Roberto bermain sejak 1982 hingga 2004 membela tujuh tim, semuanya Italia, yakni Vicenza (1982-85), Fiorentina (1985-90), Juventus (1990-95), Milan (1995-97), Bologna (1997-98), Internazionale (1998-2000), serta Brescia (2000-04).

Penalti PD 1994

Kegagalan Baggio meraih gelar bersama tim nasional Italia disebut sebagai rapor yang merusak kiprahnya sebagai salah satu pesepak bola bertalenta tinggi dari Italia.

Apalagi, dirinya selalu dilekatkan dengan kegagalan menendang penalti di final Piala Dunia 1994.

Di laga final melawan Brasil, sebenarnya kondisi Baggio disebut tidak fit setelah cedera hamstring saat melawan Bulgaria di semifinal.

Kala itu, Baggio sadar harus berkonsentrasi tingggi sebagai eksekutor penalti. Akan tetapi, ia mengaku sangat lelah sehingga mencoba menendang bola sekuat tenaga.

"Penalti hanya ditujukan kepada mereka yang memiliki keberanian untuk melakukannya," begitu kata Baggio, menyikapi situasi yang dihdapinya usai kegagalan di final Piala Dunia 1994 itu.

Dalam buku autobiografinya, Roberto Baggio menyebut kegagalan menendang penalti ke gawang Brasil itu berdampak buruk dan memengaruhinya selama beberapa tahun.

"Sungguh sebuah momen terburuk dalam karier saya. Bila diperbolehkan, saya ingin menghapus kejadian itu dalam sejarah kehidupan saya," kata Baggio.

Sumber : juara.net

0 komentar

Posting Komentar